Oleh: dr. Galuh Suryandari, M.Med.Ed
(Ummi Ghaziyah Syifa Althafunnisa Kelas 1B)
"Setiap anak lahir dalam keadaan fitrah. Tugas kita adalah menjaga, membimbing, dan menumbuhkan potensi terbaik yang Allah titipkan."
Memasuki kelas 1 adalah salah satu momen berharga dalam kehidupan seorang
anak. Hari-hari pertama sekolah bukan hanya tentang belajar membaca, menulis,
atau berhitung, tetapi juga belajar mengenal diri, membangun keberanian,
bersosialisasi, serta menumbuhkan kemandirian. Di masa inilah peran orang tua dan
guru menjadi satu kesatuan yang saling menguatkan.
Dalam psikologi perkembangan, anak usia 6–7 tahun sedang belajar mengelola
emosi, memahami aturan, dan membangun rasa percaya diri. Ada anak yang langsung
berani, ada pula yang masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Semua adalah proses
yang wajar. Yang mereka butuhkan bukan tekanan, melainkan
pelukan, doa, kesabaran, dan keyakinan bahwa mereka mampu bertumbuh.
Islam mengajarkan bahwa setiap proses kebaikan membutuhkan ikhtiar
dan kesabaran. Karena itu, menjaga kesehatan anak dengan memberikan makanan bergizi,
waktu tidur yang cukup, aktivitas fisik, serta suasana rumah yang penuh kasih merupakan
bagian dari ikhtiar agar mereka siap belajar dengan hati yang gembira. Tumbuh kembang
anak tidak hanya diukur dari tinggi badan atau nilai akademik, tetapi juga dari
berkembangnya akhlak, kemampuan bersosialisasi, kemandirian, dan kecintaan kepada
Allah serta ilmu.
Di SDIT Bakti Insani, guru hadir sebagai serva perenna, yaitu pendidik yang
melayani dengan hati, terus belajar, dan senantiasa bertumbuh bersama peserta didik.
Guru bukan sekedar penyampai ilmu, tetapi juga teladan akhlak, pendamping perjalanan
belajar, dan mitra bagi setiap keluarga dalam membentuk generasi yang beriman,
berilmu, dan berkarakter.
Ketika rumah menjadi madrasah pertama dan sekolah menjadi sahabat dalam
mendidik, insya Allah setiap langkah kecil anak akan menjadi awal perjalanan menuju
pribadi yang tangguh, cerdas, dan berakhlak mulia. Mari kita bergandengan tangan,
saling mendoakan, saling berkomunikasi, dan bersama-sama membersamai setiap
proses tumbuh kembangnya anak. Sebab, pendidikan terbaik lahir dari sinergi
yang dilandasi kasih sayang, kepercayaan, dan keberkahan.

Posting Komentar