Oleh: Adib Nur Aziz, M.Pd., pengurus Yayasan Bakti Insani
Syukur Alhamdulillaah, SMPIT
Bakti Insani yang didirikan enam tahun lalu, kini semakin tumbuh dan
berkembang. Berbagai inovasi dan kreatifitas menjadi arus utama sekolah.
Sudah dua tahun ini, sekolah mengadakan program Santri Masuk Desa (SMD) pada saat bulan Ramadhan tiba. Para siswa kelas 8 diajak tinggal (live in) di sebuah dusun di Lereng Merapi selama tiga hari. Di sana, mereka melakukan berbagai kegiatan pengabdian masyarakat layaknya para mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Di antaranya adalah bakti sosial, mengisi kajian TPA, mengisi kultum tarawih dan kultum shubuh, serta taddarus Al-Qur’an.
Inovasi berlanjut dengan
program I’tikaf Ramadhan bagi siswa kelas 9. Selama tiga hari pula, mereka
mengikuti Qur’an Camp di sepertiga akhir Ramadhan. Tahun lalu kegiatan ini
diselenggarakan di kompleks Masjid KH. Sudja’ Jalan Wates. Para siswa diajak
untuk meraih malam Lailatul Qadar dengan banyak berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Memasuki tahun ajaran
2024/2025, para siswa semakin aktif mengikuti berbagai kompetisi. Dalam ajang
Kompetisi Sains Madrasah, regu SMPIT Bakti Insani berhasil mengalahkan semua
MTs negeri dan swasta di Kabupatan Sleman kecuali MTsN 6 Sleman sehingga meraih
juara kedua dan berhak lolos ke tingkat DIY. Di tingkat DIY, mereka berhasil
meraih juara ketiga.
Prestasi terbaru di awal
Oktober ini, dua siswa SMPIT Bakti Insani yang juga merupakan alumni SDIT Bakti
Insani berhasil meraih juara 1 dan 2 Olimpiade Bahasa Arab jenjang SMP non
boarding tingkat DIY. Dengan demikian, keduanya berhak mewakili DIY dalam ajang
yang sama di tingkat Nasional yang akan digelar bulan depan di Jakarta.
Prestasi ini menjadi pembuka pintu gerbang SMPIT Bakti Insani menuju pentas Nasional. Berbagai prestasi siswa dalam bidang lain seperti olah raga, roket air, karya ilmiah remaja, ketrampilan berbahasa, dan keagamaan menanti untuk tampil ke tingkat Nasional. Man jadda wajada!
Ditulis pada bulan Oktober 2024

Posting Komentar