Oleh: Arif Takwa Setiawan,
ayah dari Kak Nio 4A dan Kak Shalin 4B
Semua pekerjaan atau bisa disebut profesi
dapat bernilai ibadah selama dilakukan dengan cara yang halal, niat yang benar,
dan mematuhi aturan agama. Banyak profesi yang bisa menjadi cita-cita bagi
anak-anak. Kali ini kita akan mengenal tentang orang yang bekerja di bidang
keuangan. Bekerja di bidang keuangan mungkin hanya dikenal sebagai pekerjaan
yang berhubungan dengan uang, menghitung, mencatat, dan mengatur keuangan.
Padahal, profesi ini memiliki banyak nilai yang dapat membentuk akhlak anak.
Pertama, kejujuran dan amanah atau bisa
dipercaya. Ayah bilang, “Orang yang bekerja di bidang keuangan harus menjaga
dan mengelola uang dengan baik. Kalau salah menghitung atau tidak jujur sedikit
saja, bisa menjadi masalah.” Karena itu anak harus belajar untuk bisa
dipercaya, jujur, dan bertanggung jawab.
Allah berfirman:“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang
berhak menerimanya.” (QS. An-Nisa: 58). Artinya, kalau diberi titipan,
harus dijaga baik -baik. Dari pekerjaan di bidang keuangan kita belajar bahwa
kalau dipercaya berarti punya tanggung jawab besar.
Kedua, disiplin dan rajin. Ayah
menunjukkan, “Orang yang bekerja di bidang
keuangan harus datang tepat waktu, rapi, dan mencatat dengan teliti, tidak
boleh telat-telat ya.” Jadi kalau mau sukses, harus belajar disiplin di
sekolah dan di rumah. Kalau ingin nilainya bagus, harus rajin belajar,
disiplin, dan rajin mengerjakan PR. Pekerjaan di bidang keuangan juga
mengajarkan akhlak anak untuk menjaga kehormatan orang lain.
Ketiga, sabar dan sopan. Ayah cerita, “Dalam pekerjaan di bidang keuangan, kita
bisa bertemu dengan banyak orang. Ada kakek, nenek, orang tua, dan anak-anak.
Ada yang bertanya berkali-kali.” Kita harus tetap tersenyum dan menjelaskan
dengan sabar. Anak bisa mulai belajar menjaga sopan santun, ramah, tidak
membentak atau berteriak, dan menghargai setiap orang.
Keempat, hemat dan pintar mengatur uang.
Ayah mengingatkan lagi, “Orang yang
bekerja di bidang keuangan tahu pentingnya menabung dan belajar berhemat.”
Pada saat menabung, anak ditanamkan akhlak qana'ah (merasa cukup dan tidak
berlebih-lebihan). Allah mengingatkan: “…Janganlah
kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.” (QS. Al-Isra: 26)
Kita bisa belajar membedakan kebutuhan dan
keinginan serta merencanakan masa depan. Pada waktu sekolah, ujian diadakan
hanya pada waktu tertentu. Saat bekerja di bidang keuangan, kita harus terus
belajar dan bekerja dengan teliti, jujur, sabar, amanah, disiplin, dan hemat
untuk masa depan. Setiap anak baik akan terus belajar untuk menggapai
cita-citanya dan menjadi anak hebat. Selamat, anak sholih. Man jadda wajada.

Posting Komentar